Postingan

Laguna Weekuri Sebagai Ekowisata ‘Surga’ Di Sumba Barat Daya

Karya : Handrianus Eka Uma Pengantar Menurut definisinya, ekowisata merupakan tempat wisata alami yang memadukan pelestarian lingkungan, mengkonservasi kehidupan dan menunjang perekonomian warga sekitar. Hal ini dikatakan dalam The Ecotourism Society (1990). Laguna Weekuri adalah ekowisata unggulan Kabupaten Sumba Barat Daya. Laguna Weekuri adalah surga kecil yang ada di Kecamatan Kodi, Sumba Barat Daya, NTT. “Air di Laguna Weekuri sangat jernih kebiruan dan sangat tenang. Saya sangat merasa nyaman dan senang ketika datang dan mandi di Laguna Weekuri. Laguna ini adalah surga yang dititipkan Tuhan untuk masyarakat di Kodi, NTT,” kata Flaviana Huda salah seorang tokoh masyarakat di Kodi. Laguna Weekuri berbentuk bulat oval. Laguna ini terletak persis bersebelahan dengan laut. Laguna ini dipisahkan dengan batu karang yang kokoh namun berongga di bagian bawah. Dari rongga itulah air laut mengalir dan memenuhi laguna Weekuri. Air di Laguna Weekuri sangat tenang dan aman ketika orang ingin ...

POTENSI EKOWISATA PASIR PUTIH KARAWANG DI AMBANG KETERBENGKALAIAN

Karya : Alessandra Josephine Lie Saragih Setiap wilayah di Indonesia memiliki potensi untuk membangun ekowisata, apalagi wilayah Indonesia dianugerahi banyak keanekaragaman hayati yang semakin meningkatkan potensi. Ekowisata atau ekoturisme adalah wisata yang berwawasan lingkungan dengan memperhatikan aspek konservasi alam. Ekowisata tidak hanya berpusat kepada manusia dan pemenuhan kebutuhan manusia, seperti contohnya dijadikan sebagai sarana agar kegiatan ekonomi berjalan dan dinikmati estetika dari keindahan alam, tetapi juga berpusat pada alam itu sendiri. Ekowisata bertujuan untuk mengekspansi wilayah konservasi alam dan menjadi sarana jangka panjang untuk melindungi keanekaragaman hayati yang terdapat di wilayah tersebut. Salah satu contoh potensi ekowisata di Indonesia terdapat di salah satu kabupaten di Jawa Barat, yaitu Karawang. Karawang yang memiliki notabene sebagai ‘kota industri’ ternyata memiliki potensi dalam bidang ekowisata, yang lebih tepatnya merupakan ekowisata man...

POTENSI DAN TANTANGAN PENGELOLAAN CURUG LAWE

Karya : Antonia Bara langit A. PENDAHULUAN Penurunan angka penderita covid 19 membuat kebijakan diperlonggar berdampak pada peningkatan ketertarikan masyarakat untuk melakukan aktivitas diluar ruangan. Ekowisata yang biasanya diminati berupa wisata yang bersifat alami seperti gunung, sungai, air terjun, curug, dan lainnya. Salah satu objek ekowisata yang terdapat di Indonesia adalah Curug Lawe yang ada di Semarang. Curug Lawe memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi objek ekowisata yang masih asri dan alami. Pengembangannya tidak akan lepas dari tantangan yang ada. Untuk memperlancar pengembangan sehingga sesuai dengan kelestarian dan juga aspek ekonomi perlu dilihat potensi dan tantangan yang akan dihadapi. Berdasarkan hal tersebut potensi dan tantangan dalam pengembangan ekowisata di Curug Lawe dibahas. B. PEMBAHASAAN Kawasan wisata Curug Lawe terletak di kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Curug Lawe berasal dari mata air gunung ungaran dengan tinggi 100 m (Herlambang, 2...

Surat dari Ujung Timur Gunung Kidul

Gambar
                                                         Surat dari Ujung Timur Gunung Kidul Divisi Ekspedisi HMPS Pendidikan Biologi Universitas Sanata Dharma mengadakan program kerja EKSPAKRO untuk mengeksplorasi potensi pantai Krokoh pada 23 April 2022. Divisi Ekspedisi membentuk tim yang beranggotakan lima panitia dan sepuluh peserta yang merupakan mahasiswa Pendidikan Biologi angkatan 2020-2021. Tim ini dilakukan untuk membantu jalanaya kegiatan eksplorasi pantai Krokoh. Kegiaan yang dilakukan  divisi ekspedisi bersama tim diantaranya pengukuran kualitas air pantai, pengamatan flora dan fauna, bersih pantai dan wawancara warga. Pantai Krokoh bisa dikatakan sebagai salah satu wisata hidden gem di Yogyakarta . Pantai yang masih alami dan tersembunyi ini terletak di Area Hutan, Songbanyu, Girisubo, Gunung Kidul,...

Lomba Esai Strategi Pengelolaan Sampah pada Masa Pandemi dan Pasca Pandemi Karya Nadia Patricia Tarigan

ADA APA DENGAN SAMPAH ANORGANIK? DAPATKAH KITA MENGELOLAHNYA? Karya : Nadia Patricia Tarigan / Universitas Kristen Satya Wacana Sub Tema: Sampah Non-Organik     Nama saya Nadia Patricia Tarigan dan akrab dipanggil dengan nama Nadia. Saya lahir pada 29 Januari 2001 di kota Pematangsiantar, Sumatera Utara dan sekarang sedang menimba S1 Pendidikan Biologi di Universitas Kristen Satya Wacana. Penulisan esai ini sendiri saya tujukan untuk mengikuti lomba yang diselenggarakan oleh Universitas Sanata Dharma dengan tema “Strategi Pengelolaan Sampah pada Masa Pandemi dan Pasca Pandemi”. Apa Itu Sampah?       Penyebaran dan penumpukan sampah tidak mengenal waktu, situasi dan tempat. Dari dulu hingga masa pandemi seperti ini sampah masih saja sebagai pembicaraan yang kerap tak ada ujungnya. Masyarakat Indonesia sangat minim rasa kepeduliannya terhadap lingkungan termasuk sampah anorganik. Masih banyak sekali di Indonesia belum menerapkan peduli lingkungan terhada...

Lomba Esai Strategi Pengelolaan Sampah pada Masa Pandemi dan Pasca Pandemi Karya Antonia Bara Langit

Gambar
  STRATEGI PENGELOLAAN  SAMPAH NON ORGANIK DENGAN KONSEP ZERO WASTE DI MASA PANDEMI DAN PASCA PANDEMI Karya : Antonia Bara Langit Sub Tema: Sampah Non-Organik 1.1 Pendahuluan      Permasalahan mengenai pencemaran lingkungan hidup menjadi salah satu isu yang sampai saat ini belum terselesaikan. Salah satu permasalahan dalam lingkungan hidup ialah sampah. Sampah menjadi permasalahan global yang sudah diangkat dari beberapa puluh tahun yang lalu hingga saat ini. Dalam penanganan sampah ini banyak negara yang memiliki belum maksimal dalam penanganannya terkecuali Indonesia. Data dari Kementerian Lingkungan Hidup menunjukan bahwa pada tahun 2020 timbulan sampah mencapai 34.506.012 ton/tahun, dengan 56, 61 ton/tahun terkelola, 43.39 % tidak terkelola, dan 44,03% tertangani sampah. Dengan komposisi sampah non organik sebanyak 17,1 % sampah plastik, 1,1 % karet, 2,6% kain, 2,3 % kaca, 3,3% logam ( SIPSN. MENLHK, 2020).      Kondisi pengelolaan sampah da...

Lomba Esai Strategi Pengelolaan Sampah pada Masa Pandemi dan Pasca Pandemi Karya Scholastica Susanti

 Bijak Kelola Limbah Masker Jadi Wujud Memanusiakan Manusia Karya : Scholastica Susanti / Universitas Sanata Dharma Sub Tema: Sampah Medis “Tuhan berilah kami kekuatan untuk mengubah apa yang dapat kami ubah, kesabaran untuk menerima apa yang tidak dapat kami ubah dan kebijaksanaan untuk membedakan keduanya” – menjadi sebuah doa yang relevan dengan usaha untuk bijak mengelola limbah masker sebagai wujud usaha memanusiakan manusia.      Masa pandemi yang masih terjadi hingga saat ini membuat pemerintah semakin tegas dalam mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan 5M. Protokol tersebut mendukung perilaku social dan physical distancing untuk pencegahan penularan virus Covid-19. Protokol kesehatan berupa 5M yang terdiri dari mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas bukan hanya untuk dihafalkan saja, melainkan harus dijaga konsistensi pelaksanaannya oleh setiap individu. Sebagai konsekuensi dari penerapan pen...