Panorama Keindahan Pantai Jungwok

 

 

Sumber: Dokumentasi Pendidikan Biologi USD

  Pantai Jungwok salah satu pantai pasir putih yang terletak di Gunung Kidul, DIY ini menawarkan sejuta keindahan yang memanjakan mata. Pantai ini terletak tepatnya di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai yang dibuka tahun 2014 menawarkan pemandangan yang indah dengan ciri khasnya yaitu dua tebing batu iconic. Dua tebing batu ini juga memiliki cerita filosofi yang unik menurut warga sekitar yaitu terbentuk dari terpisahnya dua gunung yang ada di pantai ini.

     Sejak dibuka tahun 2014 hingga saat ini, Pantai Jungwok berkembang baik dari segi pengelolaan, kebersihan, fasilitas, dan juga keamanannya. Pada masa awal pembukaan ruang rekreasi ini, Pantai Jungwok masih belum ramai dan belum ada warung-warung yang dibuka seperti pada saat ini. Saat itu, pengunjung memanfaatkannya untuk kegiatan camping. Mulai tahun 2016 mulai berdiri warung-warung kawasan wisata pantai ini oleh warga sekitar tetapi hanya ala kadarnya saja. Jalan masuk juga belum berkembang dari awal dibuka, aksesnya hanya bisa melalui jalan yang terdapat di belakang pos pengamatan.

    Namun, pada tahun 2018 terjadi gelombang tinggi kurang lebih 3 meter yang membuat pos pengamatan yang awalnya pendek menjadi dibuat lebih tinggi. Sejak rehabilitasi pantai akibat gelombang tinggi ini, Pantai Jungwok dibuka untuk umum. Pantai ini menjadi lebih ramai dan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat setempat karena warung-warung menjadi lebih banyak dan berkembang. Selain itu, memberikan manfaat finansial bagi masyarakat sekitar melalui berbagai jasa yang ditawarkan misalnya parkir, ojek, penyedia toilet, dll. 

    Pada akhir 2019, mulai merebak virus Covid-19 yang akhirnya masuk Indonesia tahun 2020 yang membuat kegiatan di berbagai sektor di Indonesia berjalan tidak stabil bahkan tutup. Begitu pun yang terjadi pada Pantai Jungwok ini. Pandemi Covid-19 membuat pantai ini mengalami penurunan pengunjung secara drastis. Biasanya jumlah pengunjung setiap harinya cukup banyak mulai dari 40-100 orang turun menjadi hanya 2-5 orang/hari. Pantai ini sempat sepi sekali pengunjung selama hampir satu tahun. Pada akhir-akhir ini sebelum Bulan Suci Ramadhan 2021 jumlah pengunjung mulai meningkat dan stabil namun tidak sebanyak sebelumnya.



Sumber: Dokumentasi Pendidikan Biologi USD

    Pantai Jungwok memberikan pengalaman alam melalui suguhan baik dari keindahannya, udaranya yang segar, juga flora dan fauna yang bisa diamati di sana. Beberapa  flora yang hidup di bibir pantai maupun air diantaranya adalah Katang-katang (Ipomoea pes-caprae), Pandan laut (Pandanus odorifer),  Alga hijau (ulva lactuta), Eucheuma spinosum, Pinus (Casuatina equisetifolia), dll. Sedangkan fauna/ biota yang ditemukan di pantai ini antara lain Bintang Laut (Ophiothrix fragilis), Chiton sp., Kepiting (Pilodius areolatus), Kelomang (Narita albicilla), dll.

    Pantai Jungwok mulai dari awal dibuka hingga saat ini dikelola oleh masyarakat sekitar pantai yang tergabung dalam Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata). Pokdarwis ini berperan sebagai pengelola warung yang ada di sekitar pantai juga menjaga kebersihan pantai. Hal ini membuat Pantai Jungwok terjamin kebersihannnya karena selalu dibersihkan secara rutin dan terjadwal oleh Pokdarwis. Peran penjaga pos pengamatan dan Tim SAR yaitu menjaga dan menjamin keamanan juga memantau wisatawan yang berkunjung. Penjagaan pantai dilakukan oleh petugas penjagaan atau Tim SAR setiap hari mulai pukul 07.30 – semua pengunjung habis/ aman dan hari puasa pukul 07.30-16.00. Khusus hari Sabtu, Minggu dan tanggal merah jumlah penjaga yang bertugas sebanyak 4 orang.

    Fasilitas yang tersedia di Pantai ini antara lain yaitu toilet dan kamar mandi yang memadahi; tempat parkir baik untuk sepeda motor, mobil, dan bus, jasa ojek bagi pengunjung yang menggunakan bus besar karena bus jalan menuju pantai tidak memungkinkan dilewati oleh bus dan tempat parkirnya terpisah cukup jauh;  warung-warung yang berjualan aneka makanan dan minum serta pakaian dan souvenir, juga tempat sampah. Di pantai ini juga sering dijadikan untuk tempat camping oleh pengunjung dan tersedia tempat untuk menyewa perlengkapan camping seperti tenda.

     Akses jalan menuju tempat ini masih belum cukup baik. Tidak semua jenis kendaraan terutama bus dan mobil berjenis sedan bisa masuk hingga parkiran yang terdekat dan persis dekat pantai karena jalannya cukup curam bergelombang dan berbatu-batu. Masyarakat sekitar pantai berharap dan berkeinginan agar kedepannya akses jalan menuju pantai ini diperbaiki menjadi lebih baik lagi agar lebih mudah di akses sehingga semakin banyak pengunjung yang datang. Selain itu, masyarakat sekitar mempunyai rencana kedepan untuk mengolah pariwisata dengan membuat  Flying Fox karena di lokasi pantai ada spot yang cocok untuk digunakan, tetapi hal ini masih angan-angan warga dan sempat ingin diajukan tetapi tidak terealisasikan.

    Selain itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika berwisata di Pantai Jungwok. Pengunjung yang datang dihimbau untuk menghindari area yang berbahaya dan wisatawan dilarang membawa apapun yang dimiliki oleh pantai tersebut seperti pasir, kerang, tumbuhan, dll. Masyarakat disekitar pantai dan pengunjung tidak melakukan transaksi kapal di pantai, tetapi masih bisa memancing karena terdapat spot-spot  khusus untuk memancing, hal ini terjadi karena pantai ini lebih difokuskan untuk pariwisata. Jadi, bagaimana? Tertarik untuk mencicipi keindahan Pantai Jungwok? (VR, AN, KP).

Sumber: Dokumentasi Pendidikan Biologi USD

 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penangkaran Kupu-Kupu di USD

Lomba Esai Strategi Pengelolaan Sampah pada Masa Pandemi dan Pasca Pandemi Karya Scholastica Susanti

POTENSI DAN TANTANGAN PENGELOLAAN CURUG LAWE