PANTAI WATU KODOK, JANGAN SAMPAI TINGGAL KENANGAN



Pada tanggal 17 Maret 2018 yang lalu mungkin hanya menjadi tanggal biasa bagi orang lain. Namun tidak untuk kami. Kami adalah gabungan dari beberapa komunitas yang tidak semuanya memiliki latar belakang pecinta lingkungan. Tetapi kami memiliki visi yang sama, membuat bumi yang hijau tidak menjadi kenangan. Bertolak dari Kampus III Universitas Sanata Dharma, kami pergi ke Pantai Watu Kodok yang berada di daerah Wonosari, Gunung Kidul. Perjalanan selama 2 jam lebih memaksa kami untuk bersabar sejenak dan menyimpan energi yang akan kami gunakan sesampainya di Pantai. Ya, kami akan menjalankan sebuah misi penting. Misi ini kecil sebenarnya. Tapi kiranya bisa berdampak besar di masa depan.
Sesampai di pantai, kami langsung bergerak ke arah timur pantai. Disana sudah ada bapak Sumarno, beliau adalah ketua Paguyuban Watu Kodok. Sebagaimana yang kami dengar, Pantai Watu Kodok sedang mengalami krisis lokasi hijau. Tempat ekowisata ini sedang berusaha melawan para investor yang dengan egois merusak lingkungan pantai hanya untuk melebarkan bisnisnya. Sebagai seorang pedagang dan penggiat pantai hijau di Watu Kodok, Bapak Sumarno sudah biasa menghadapi para investor tadi. Tetapi apa daya, uang sering mengalahkan segalanya. Bapak Sumarno dan teman-teman penggiat yang lain terkadang harus gigit jari karena makin hari makin banyak lokasi hijau di Pantai Watu Kodok yang rusak atau diambil alih oleh investor. Sebenarnya peran investor di Pantai Watu Kodok ini baik, tetapi jika cara mereka dalam mengelola Pantai Watu Kodok dengan cara menghilangkan kenakeragaman hayati yang ada maka tidak ada lagi kebaikan di dalamnya. Bisa-bisa titel ecotourism yang ada di Pantai Watu Kodok dicabut. Permasalahan ini kian meradang selama beberapa tahun terakhir.
Pada beberapa tahun yang lalu, beberapa mahasiswa Pendidikan Biologi Sanata Dharma pernah melakukan kegiatan penghijauan di Pantai Watu Kodok. Kegiatan ini dilakukan dengan menanam kembali beberapa cemara udang dan tumbuhan lainnya yang bisa menambah kehijauan di pantai. Warga Pantai Watu Kodok pun tidak berhenti untuk merawat tumbuhan yang telah ditanam oleh mahasiswa. Kegiatan tersebut menjadi semangat baru bagi warga untuk melawan para investor. Seakan menyuarakan bahwa ‘INI TANAH KAMI. JANGAN KAU RUSAK APA YANG TELAH KAMI RAWAT!’. Berkaca dari pengalaman tadi, kami akhirnya melanjutkan kegiatan yang sudah lewat bertahun-tahun yang lalu. Ya, tepat tanggal 17 Maret 2018 kami menyelenggarakan penghijauan di Pantai Watu Kodok jild 2. Setelah melakukan acara serah terima bibit tanaman, kami pun mulai bergerak untuk menanam. Di sesi pertama ini, kami fokus untuk menanam cemar udang dari timur sampai barat pantai. Penanaman dilakukan baik di dekat warung atau rumah warga hingga agak dekat dengan bibir pantai. Tidak ada rasa mengeluh keluar dari mulut kami masing-masing karena kami sangat gembira dan semangat untuk melakukan penghijauan ini. Terlebih lagi pada waktu itu Pantai Watu Kodok dalam kondisi ramai. Banyak orang yang melihat aksi kami dan bertanya-tanya.
“Lagi ada kegiatan apa, ya?”
“Dari komunitas apa ini, mbak”
“Kegiatannya dalam rangka memperingati hari apa, mas?”
Pertanyaan-pertanyaan tadi semakin membakar semangat kami untuk menanam. Kami semakin percaya diri untuk menggerakkan hati tiap orang-orang yang ada di Pantai Watu Kodok untuk sadar dalam menjaga satu-satunya pantai yang masih menjadi percontohan ecotourism se-DIY ini. Tidak sedikit juga beberapa pengunjung menyemangati kami agar tidak kalah semangat dengan teriknya matahari. Ya, saat itu waktu sudah menunjukan pukul 12 siang dan kami baru memulai penanaman bibit. Terbayang bukan betapa teriknya matahari menyengat tubuh kami?
Walaupun tidak semua bibit dapat kami tanam, tetapi rasa syukur tetap ada di hati kami masing-masing. Kami menyudahi kegiatan setelah beristirahat sebentar. Menikmati segarnya air laut sambil menunggu sang fajar kembali ke barat menjadi tontonan yang menarik. Kami senang bisa mengedukasi secara tidak langsung kepada pengunjung yang datang agar mereka mau menjaga kebersihan di Pantai Watu Kodok. Kami bahagia masih bisa membantu warga Pantai Watu Kodok untuk menyuarakan suaranya. Lewat pohon-pohon yang tertanam ini, suara lantang kami akan terus menggema sampai di telinga para investor. PANTAI WATU KODOK, JANGAN SAMPAI TINGGAL KENANGAN.


Ditulis oleh : Erista Rebeca R.S (P.Biologi 2016)










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penangkaran Kupu-Kupu di USD

Lomba Esai Strategi Pengelolaan Sampah pada Masa Pandemi dan Pasca Pandemi Karya Scholastica Susanti

POTENSI DAN TANTANGAN PENGELOLAAN CURUG LAWE